KATA PENGANTAR
السلام عليكم ورحمة الله وبركا ته
Puji syukur kami panjatkan kepada
Allah SWT karena dengan rahmat dan karuniaNya kami dapat menyelesaikan buku ini
dengan baik. Salawat dan salam tidak lupa kami sampaikan kepada junjungan kita
Nabi Muhammad SAW beserta anggota keluarga dan para sahabatnya.
Dengan didasari upaya untuk
meningkatkan keimanan dan ketakwaan. Bagi remaja muslim khususnya ikatan remaja
masjid (IRMAS) Ar-Rahmah. Maka kami membuat buku kecil ini sebagai panduan
untuk pengajian IRMAS, yang isinya mengandung ungkapan secara singkat tentang
berbagai ilmu agama, social dan umum.
Semoga buku yang sederhana ini dapat
bermanfaat bagi pendidik maupun para peserta didik IRMAS. Amin………
Tangerang, 13 Desember 2011
Pengurus IRMAS
- ISLAM,
IMAN DAN IKHSAN
1.
Islam
Artinya: Islam yaitu enkau
mengakui bahwa tiada Tuhan selain Allah. Dan
Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, memberikan zakat,
berpuasa dibulan Ramadhan dan beribadah haji ke Baitullah jika engkau sanggup
melakukan perjalanan kesana.(H.R Muslim).
Apa yang Rasulullah SAW
sabdakan tersebut kita kenal dengan rukun Islam. Kita baru bisa disebut muslim
yang sempurna jika bisa mengerjakan kelima rukun Islam tersebut, yaitu:
1. Mengucapkan
dua kalimat syahadat
2. Mendirikan
shalat lima waktu
3. Membayar
Zakat
4. Berpuasa
dibulan Ramadhan
5. Beribadah
haji ke Baitullah bagi orang yang mampu.
2.
Iman
Artinya: iman yaitu engkau
beriman kepada Allah, para Malaikatnya, Kitab-kitabnya, para Rosulnya, hari akhir,
serta engkau beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk. (H.R Muslim).
Apa yang Rasulullah sabdakan
tersebut kita kenal dengan rukun Iman, kita baru bisa disebut seorang mukmin
yang sempurna jika mengimani ke enam rukun iman tersebut, yaitu:
1. Beriman
kepada Allah
2. Beriman
kepada malaikat Allah
3. Beriman
kepada kitab-kitab Allah
4. Beriman
kepada Rasulullah
5. Beriman
kepada hari akhir (hari kiamat)
6. Beriman kepada takdir Allah yang
baik maupun yang buruk
3.
Ikhsan
Artinya: ikhsan yaitu engkau
beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihatNya, sekiranya engkau tidak
melihatNya, ketahuilah bahwa Dia (Allah) senantiasa memperhatikanmu
(HR.Muslim).
Sobat IRMAS, jika suatu saat
gurumu menyuruhmu mengerjakan sesuatu, lalu kamu pun mengerjakannya dengan
disakisikan olehnya, sudah dipastikan kamu akan mengerjakannya dengan
sungguh-sungguh.
Demikianlah, kesadaran bahwa
kita sedang diawasi dan diperhatikan oleh orang yang menyuruh kita, akan
berdampak pada kualitas pekerjaan kita, kesadaran seperti itulah tujuan dari
Ikhsan. Yaitu, kesadaran bahwa Allah sedang mengawasi dan memperhatikan kita,
pasti kita shalat dengan sungguh-sungguh,
Dengan kesadaran seperti
itulah yang harus kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari yaitu, kesadaran
bahwa Allah selalu mem,perhatikan dan mengawasi kita, kesadaran seperti ini akan
membuat kita terjaga dari buatan dosa.
Kata para ulama: “untuk
membangkitkan pereasaan Ikhsan dalam hati kita, sering-seringlah ucapkan tiga
kalimat berikut:
Ø Allahu
ma’I (Allah bersertaku)
Ø Allahu
Nazhirun Ilayya (Allah selalu melihatku)
Ø Allah
Syahidun ‘alayya (Allah selalu mengawasiku)
Tiga kalimat yang mudah
dihafal tersebut, insya Allah dapat membangkitkan kesadaran bahwa Allah dekat
dengan kita, selalu memperhatikan, dan mengawasi kita. Yuk, kita ingat kalimat
tiga tersebut!!!!
- THARAH
A.
Arti Tharah
Menurut
bahasa: Tharah artinya suci atau bersih.
Menurut
istilah: Taharah adalah suci dari hadats dan najis.
B.
Macam-Macam Air
Air yang suci dan dapat digunakan untuk
bersuci:
1. Air
sumur
2. Air
hujan
3. Air
sungai
4. Air
laut
5. Air
salju atau air es bila telah mencair
6. Air
embun
7. Air
mata air
C.
Najis
Setiap benda yang dianggap
kotor oleh syari’at Islam, dan wajib dibersihkan, karena menjadi penghalang
seseorang dalam beribadah pada Allah Swt.
v Benda-benda
yang termasuk najis:
1. Bangkai
2. Darah
3. Nanah
4. Segala
sesuatu yang keluar dari kubul dan dubur, kecuali air mani.
5. Anjing
dan babi
“Kotor
belum tentu najis, najis sudah pasti kotor”.
D.
Istinja
Bembersihkan kubul dan dubur
setelah buang air kecil atau buang air besar. Istinja ini hukumnya adalah
wajib.
v
Alat yang dapat dipergunakan untuk beristinja:
1) Air
2) Batu
3) Benda-benda yang kasar, kesat dan
suci
E.
Mandi
Bagi
orang yang akan shalat, tidak sah shalatnya jika masih mempunyai hadats besar.
Hadats besar adalah hadats yang disebabkan oleh
persetubuhan, keluar mani, haid, nifas, dan melahirkan. Hadats besar dapat
dihilangkan dengan mandi junub atau janabat (mandi wajib) hokum mandi ini
adalah wajib.
v Hal-hal yang menyebabkan seseorang
wajib mandi:
1) Bersetubuh
2) Keluar
air mani
3) Mati
(meninggal) yang bukan mati syahid
4) Selesai
haid (menstruasi)
5) Selesai
nifas
6) Wiladah
F.
Wudhu
Menurut
bahasa: wudhu artinya bersih dan indah.
Menurut istilah:
whudhu adalah menggunakan air pada anggota badan tertentu dengan cara tertentu,
yang dimulai dengan niat guna menghilangkan hadats kecil. Wudhu merupakan salah
satu syarat sahnya shalat.
Niat
wudhu:
“aku niat berwudhu untuk menghilangkan hadats
kecil, fardhu karena Allah ta’ala”.
v Syarat-syarat
Wudhu
1) Beragama
islam
2) Tamyiz
3) Tidak
mempunyai hadats besar
4) Dengar
air suci dan dapat mensucikan (air mutlak)
5) Tak ada benda yang dapat
menghalangi sampainya air ke kulit, misalnya getah, sisik ikan, cat dan yang
sejenisnya.
v Rukun
Wudhu
1) Niat
2) Membasuh
muka membasuh kedua tangan sampai siku
3) Mengusap
sebagian kepala
4) Membasuh
kedua telapak kaki sampai mata kaki
5) Tertib
(berurutan)
G.
Tayamum
Tayamum adalah menyapu debu
yang suci ke muka dan dua tangan hingga siku dengan beberapa syarat tertentu.
Fungsinya adalah sebagai
pengganti wudhu dalam keadaan tertentu sebagai rukhsah (keringanan) dari Allah
SWT.
v
Syarat
tayamum
1) Adanya
uzur karena berpergian (jika sukar memperoleh air).
2) Berhalangan
menggunakan air
3) Telah
tiba waktu shalat
4) Telah
berusaha mencari air pada saat waktu shalat tiba, tetapi tidak mendapatkannya.
5) Dengan
tanah/debu yang suci.
- SHALAT
A. Arti shalat
Menurut bahasa adalah do’a.
Menurut istilah adalah suatu ibadah yang
terdiri atas beberapa ucapan dan perbuatan tertentu, diawali dengan takbirotul
ikhrom dan diakhiri dengan salam dan beberapa syarat tertentu.
B. Macam-Macam Shalat Fardhu (Wajib)
1. Shalat dzuhur
2. Shalat ashar
3. Shalat magrib
4. Shalat isya
5. Shalat subuh
C. Syarat wajib shalat
1. Islam
2. Baligh
3. Berakal
4. Suci
dari haid dan nifas
5. Telah
sampai dakwah (perintah Nabi) kepadanya
6. Indra
penglihatan dan pendengaran normal
D. Syarat sah shalat
1. Sucinya
badan dari hadats besar dan kecil
2. Sucinya
badan, pakaian dan tempat shalat dari najis
3. Menutup
aurat
4. Menghadap
kiblat
5. Telah
masuk waktu
6. Mengetahui
cara pelaksanannya
E. Rukun shalat
1. Niat
2. Berdiri
bagi yang mampu
3. Takbiratul
ikhram
4. Membaca
surat Al-Fatihah pada setiap rakaat
5. Ruku’
disertai tuma’ninah
6. I’tidal
disertai tuma’ninah
7. Sujud
dua kali dalam setiap rakaat disertai tuma’ninah
8. Duduk
diantara dua sujud disertai tuma’ninah
9. Duduk
pada tasahud akhir
10. Membaca
tasahud akhir
11. Membaca
shalawat kepada Nabi setelah membaca tasahud akhir
12. Memberi
salam yang pertama (ke kanan)
13. Tertib
F. Adzan dan Iqamah
Menurur bahasa adzan ialah Al-I’lan
(pemberitahuan)
Menurut istilah adzan ialah pemberitahuan bahwa
waktu untuk mengerjakan shalat fardhu telah tiba dengan menggunakan
lafadz-lafadz yang telah ditentukan oleh syari’at islam. orang yang melakukan
adzan disebut muadzin atau bilal.
Iqamah menurut bahasa ialah : mendirikan
Iqamah menurut istilah ialah:
seruan bahwa shalat segera didirikan dikerjakan dengan menggunakan lafald-lafald
tertentu. Iqamah dilakukan setelan adzan.
Hukum adzan dan Iqamah adalah
sunnah muakkad. Baik shalat dengan berjamaan maupun shalat sendirian (munfarid)
sedangkan untuk shalat sunnah tidak disunnahkan Adzan dan Iqamah.
- SHALAT
JUMA’AT
- Arti
shalat jum’at,
shalat jum’at adalah shalat
dua rakaat setelah khutbah pada waktu dzuhur pada hari jum’at
- Hukum
shalat jum’at
Shalat jum’at adalah Fardu
a’in, at\rinya wajib atas setiap laki-laki dewasa yang beragama islam, merdeka
dan tetap diidlam negri. Perempuan, anak-anak,hamba sahaya, dan oranag yang
dalam perjalanan tidak wajib melaksanakan shalat jum’at.firman Allah SWT yang
artinya “ Hai orang-orang yang beriman, apabila di seru untuk menunaikan shalat
pada hari jum’at , maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkan
jual beli” (Al-Jumuah: 9)
- Syarat
wajib jum’at
1. Islam
2. Baligh
3. Berakal
4. Laki-laki
5. Sehat.
6. Tetap dalam negri
- Rukun
dua khutbah jum’at
1. Mengucapkan
puji-pujian kepada Allah SWT
2. Membaca
shlawat atas Rasulallah SAW.
3. Mengucapkan
syahadat
4. Berwasiat
5. Menbaca
ayat Al-Qur’an pada salah satu pada dua khutbah
6. Berdoa
- SHALAT
JANAZAH
Untuk melakukan shalat janazah ini cukup dengan beriri saja
dengan 4 kali mengucapkan takbir, tanpa ruku’ dan sujud. Disamping itu shalat
ini dilakukan dengan berjamaah dengan shaf-shaf nya yang lurus.
Dalam melaksanakan shalat ini,
imam berdiri dekat kepala janazah apabila janazah itu laki-laki dan berdiri di
dekat pinggang janazah apabila janazah itu perempuan.
- Cara
malaksanakan shalat janazah
1. Berdiri tegak menghadap kiblat
sambil berniat untuk shalat janazah, niat itu terletak dalam hati, takala
dilafalzdkan maka ia berbuyi sabagai berikut:
“saya niat shalat atas mayat laki-laki atau
perempuan 4 takbir fardhu kifayah karna Allah SWT”
2. Kemudian takbir, yaitu dengan mengangkat
kedua tangan sambil membaca Allahu Akbar, dalam takbir yang pertama ini membaca
surat Al-Fatihah.
3. Dalam takbir yang ke 2 ini kita
membaca shalawat atas nabi yaitu“ ( Ya Allah berilah kesejahtraan atas nabi
Muhammad )”.
4. Dalam takbir yang ke 3 ini kita
mambaca doa untu si mayit. Adapun doanya
yang artinya : “Ya Allah ampunilah ia, kasihanilah ia, sejahtrakanlah ia
dan ampunilah kesalahanya”.
5. Dalam takbir yang ke 4 kita membaca
doa lagi yaitu: yang artinya : “Ya Allah jangan lah engkau
menhalangi kami atas pahalanya, janganlah engkau memfitnah kami setelah ia tida
ada dan ampunilah kami ya Allah dan ampunilah ia”.
6. Membaca salam dan do’a.
- SHALAWAT
KEPADA NABI SAW
A. Arti dari Saw
Artinya : “barang siapa bershalawat kepadaku
sekali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali.(HR.Muslim)
Sobat irmas, kamu pasti sering
menemukan kata “Saw” setelah kata Rasulullah atau kata Nabi. Kata “Saw”
sebenarnya adalah singkatan dari bacaan shalawat berikut “Shalallahu ‘alaihi wa
salam”, artinya semoga Allah member kesejahteraan dan keselamatan kepada
Rasulullah. Kata “Rasulullah itu sendiri secara bahasa artinya adalah “utusan
Allah”, yaitu gelar yang diberikan kepada Muhammad bin Abdullah yang mengemban
tugas mengajak seluruh umat manusia untuk menyembah dan mengesakan Allah.
Membaca shalawat kepada Nabi
Muhammad Saw merupakan perintah Allah, sebagaimana firmannya yang artinta:
“sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikatNya bershalawat untuk Nabi dan
ucapkanlah salam penghormatan kepadanya”. (QS.Al-Ahzab:56)
Para ulama menjelaskan bahwa
shalawat Allah kepada Nabi Muhammad adalah pemberian rahmat dan keutamaan
kepada Rasulullah. Shalawat dari para malaikat adalah memohonkan ampun bagi
Rasulullah.
Renungkanlah, betapa Allah bersama
para malaikatNya, serta orang-orang yang beriman bershalawat kepada Nabi.
Bahkan mengucapkan Shalawat merupakan rukun shalat, artinya orang yang tidak
mengucapkan shalawat, maka shalatnya tidak sempurna.
“marilah kita
perbanyak membaca shalawat kepada Rasulullah Saw”
- Jangan
disebut orang pelit
Artinya:
“orang kikir yaitu orang yang apabila namaku disebut disisinya, ia tidak
mengucapkan Shalawat kepadaku. (HR. Tirmidzi, hadis hasan shahih)